Kali ini aku mau ngasih tau “sandi ala Indonesia”, alias aksara. Kenapa sandi? Karena kalo gak orang Indonesia emang susah ngartikannya. hehe :D

vvikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam

Eits.. tapi jangan kaget dulu, ini bukan bahasa alien ato bahasa yang ngawur.. Asal tau aja, walo seperti ini, teks ini sudah diterjemahkan dari prasasti aslinya yang menggunakan aksara Pallawa. Mungkin orang awam, kayak yang punya belog ini masih bingung kalo masih dalam bentuk setengah mateng kayak gini. Nggak usah heran, karena tulisan itu masih dalam bahasa Sansekerta, sekali lagi ini bukan bahasa asal tulis aja. Nah, setelah diutak-atik oleh ahli epigrafi lagi, jadinya kayak gini… Eng ing eng :

Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara.

Tara!! jelas bukan?! Ini adalah sebuah teks terjemahan dari prasasti Ciaruteun.

Ciaruteun in action

Kalo kita tarik mundur, profesi epigrafer ini juga nggak kalah pentingnya sama arkeolog. Tanpa bantuan master of code ini nggak bakalan bisa kebaca apa-apa aja yang trjadi pada pemerintahan suatu raja. Istilah kerennya ya tadi, pemecah the history code (nyontek the davinci code boleh khan?!)

Seorang epigrafi tentu saja nggak bisa langsung lancar nerjemahin suatu prasasti terus main kartu. Ada berbagai hambatan alias resistance. Misal saja kalo prasatinya udah tua, maka butuh ketelitian ekstra untuk men-transkripkan huruf-huruf alien itu kedalam bahasa yang mudah dimengerti manusia normal. Meliha aksara-aksara di prasasti Ciaruteun tadi tentu udah kebayang sangat sulit melakukannya. Tapi yah, demi sebuah budaya.

Seorang ahli epigrafi dituntut mengerti bahasa kuno dan menganalisis kejadian apa yang terjadi di masa itu. Jadi mereka bisa bekerjasama dengan arkeolog lain. Selain itu, tentu saja mereka juga setidaknya tahu tentang sejarah kerajaan lain. Karena tidak mustahil antar kerajaan akan bertukar budaya, makanan sampek tukeran baju. hehe :D

Biar gak bosen baca

Setelah googling tentang epigrafi, ternyata sangat sedikit para ahli epigrafi yang terekspos. Yah, maklum aja mereka “hanyalah” orang-orang dibelakang panggung yang mungkin juga kurang terkenal dibanding para sejarawan lain, tentu juga nggak masuk buku IPS. . :)

Tapi aku menemukan seorang ahli epigrafi yang disebut-sebut telah menyelamatkan sejarah Kerajaan Samudra Pasai di Aceh sana. Beliau adalah Taqiyuddi. Mungkin kisahnya terlalu panjang untuk dituliskan, so silakan mampir di forumnya orang aceh : http://www.acehforum.or.id/taqiyuddin-menyelamatkan-jejak-t24641.html

Oiya,, kalo tertarik dengan apa-apa yang dihasilkan ahli epigrafi dan arkeolog silakan panjenengan mampir di http://arkeologika.wordpress.com/

CMIIW!! :D

Tags: , , , , ,

11 komentar bertebaran


  1. nurussadad on 09 Mar 2010

    terakhir baca buku Dan Brown yang The Lost Symbol.. mantep banget.. tentang Free Masonry

  2. Hari Mulya on 09 Mar 2010

    wah, ahLi epigrafi ya? :lol:

  3. bayuputra on 09 Mar 2010

    YG BENAR MAS BERARTI ITU BENAR-BENAR TELAPAK KAKI DEWA WISNU ???

  4. bayuputra on 09 Mar 2010

    WAH AHLINYA EPIGRAFER NIH …
    BOLEH SEKALI-KALI NGAJARI BAYU …. SUPAYA BAYU BISA JUGA HEEE….

  5. Amink on 12 Mar 2010

    izin berkunjung boz…

    sambil baca yak…

  6. Abid Famasya on 12 Mar 2010

    @bayuputra wah… bukan gitu mas… Cuma tau aja. Terus di-share. hehe

  7. Abid Famasya on 14 Mar 2010

    izin berkunjung boz…
    sambil baca yak…

    sama2… monggo kerso lo!

  8. Riska on 14 Mar 2010

    oalah.. gitu to cerita.na…

    terus diupdate ke buku IPS githu.. hehe :D

  9. Abid Famasya on 14 Mar 2010

    @Riska : haha… ya gitulah mungkin

    :-)

  10. asop on 04 Apr 2010

    Wah, bisa dibayangkan betapa tekunnya para epigraf2 yang ada ya, mencoba mencari apa arti dari abjad-abjad yang ada. Sungguh mengagumkan…. :)

  11. Asrul on 15 May 2010

    Masalahnya di Indonesia para epigraf masih di abaikan oleh pemerintah, gak seperti di Eropa atau Amerika di mana ahli bahasa kuno sangat di hargai…


Comment Box


Switch to our mobile site